Tips Menyelamatkan Diri Saat Gempa & Tsunami

Baru-baru ini memang sering sekali terjadi bencana. Baik besar maupun kecil kemungkinan terjadinya sangat besar mengingat bumi yang kita pijaki ini semakin tua serta ditambah dengan isu Global Warming membuat keadaan di permukaan bumi semakin memprihatinkan.

Image and video hosting by TinyPic

Bencana alam seperti gempa dan tsunami memang sulit diprediksi. Tetapi, ada baiknya walaupun nantinya akan adanya peringatan dan pantauan dari BMKG, kita tetap harus waspada. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk menyelamatkan diri maupun keluarga dari bahaya gempa maupun tsunami dilihat dari kondisi dimana kita berada.

1. Ketika berada di dalam rumah

Selama gempa terjadi, getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, kita harus mengupayakan keselamatan diri kita dan keluarga kita. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh kita dari jatuhan benda-benda. Jika kita tidak memiliki meja, lindungi kepala kita dengan bantal. Segera matikan listrik atau kompor atau apasaja yang dapat memicu terjadinya kebakaran setelah terjadinya gempa. Siapkan fire extinguisher atau air untuk berjaga-jaga jika terjadi munculnya api. Apabila seandainya terlihat api, berteriaklah bahwa ada api atau kebakaran dan minta pertolongan.

2. Ketika berada di jalan sempit dan tebing

Menjauhlah dari jalan sempit, tebing, walled street dan jurang tapi segeralah mencari tempat yang lapang. Menjauhlah dari tebing atau jurang untuk melindungi diri dari kemungkinan terjadinya longsor akibat getaran tanah.

3. Ketika berada di sekolah atau tempat kuliah

Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku. Dalam hal ini yang terpenting adalah untuk tidak panik. Jika gempa sudah mulai mereda keluarlah secara berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang dan jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

4. Ketika berada di luar rumah

Lindungi kepala kita dan hindari benda-benda berbahaya. Daerah seperti perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala kita dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang kita bawa dan segera menjauh dari tempat-tempat yang berpotensi dapat runtuh. Di daerah gunung, bahaya bisa muncul dari adanya kemungkinan longsor akan terjadi dari atas gunung. Dalam keadaan seperti itu, menjauhlah langsung ke tempat yang aman. Dan di pesisir pantai, bahaya bisa datang dari tsunami. Jika kita merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami mulai tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

5. Ketika berada di gedung, mall, bioskop, atau lantai dasar mall

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

6. Ketika berada di dalam lift

Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika kita merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol dan usahakan lift untuk berenti. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Apabila seandainya kita terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

7. Ketika berada di dalam kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang pegangan kereta sehingga kita tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Jangan panik dan bersikap tenanglah, ikuti penjelasan dari petugas kereta. Dalam hal ini, salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

8. Ketika berada di dalam mobil

Saat terjadi gempa bumi besar, kita akan merasa seakan-akan roda mobil kita gundul. kita akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Apabila hal itu terjadi, jauhi persimpangan. Pinggirkan mobil kita ke sudut kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika terpaksa harus mengungsi, maka keluarlah dari mobil dan biarkan mobil tak terkunci.

9. Beri pertolongan

Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar atau tsunami. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar kita.

10. Dengarkan informasi

Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat pasti akan terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang untuk bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. kita dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan mudah percaya akan informasi dari orang yang tidak jelas tentang adanya isu terjadinya tsunami atau gempa tetapi tetaplah waspada. Jika sedang berada di pantai, segera berlindunglah ke tempat yang tinggi apabila merasakan gempa yang cukup kuat (lebih dari skala 4), atau merasakan getaran lemah tapi lama.

Perhatikan radio atau berita untuk informasi yang berkaitan dengan kemunculan tsunami dan menjauhlan dari tempat yang pernah terjadi longsor atau terdapat longsor. Diperlukan waktu yang cukup bagi petugas untuk menginformasikan adanya tsunami. Tsunami dapat saja mencapai pantai sebelum itu, maka segeralah berlindung. Yakinlah bahwa kita menerima informasi yang benar. Jangan dengar rumor.

11. Ikuti berita di TV atau radio

Ikutilah perintah dari pemerintah setempat, dinas kebakaran, atau kepolisian. Jangan menggunakan telepon untuk hal yang tidak perlu. Sediakan first-aid untuk luka ringan dan bekerja samalah dengan yang lain. Bekerjasamalah dengan rescue team.

12. Ikuti prosedur evakuasi

Evakuasi yang benar akan dapat menyelamatkan nyawa kita. Evakuasi dapat dilakukan lebih baik dengan berjalan kaki dan hindari evakuasi dengan mobil, karena dapat menghambat traffic dan menghalangi ambulance atau pemadam kebakaran. Bawalah hanya barang-barang penting dan personal yang diperlukan.


***

0 komentar:

Posting Komentar