Asal Usul Papan Permainan Ular Tangga

Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan ini dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang menghubungkannya dengan kotak yang lainnya. Permainan ini diciptakan pada tahun 1870.

Permainan Ular Tangga 1

Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga, setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan. Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu. Bidak dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain. Bila mendarat di kotak dengan ular, mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kotak terakhir. Namun taukah anda bagaimana asal usul papan permainan tersebut sebenarnya?

Papan permainan yang disebut ular tangga ini konon berasal dari India Kuno, yang mana dahulu disebut Mokhsapat. Menurut sejumlah sejarawan, permainan ini ditemukan oleh Saint Gyandev pada Abad ke-13 M. Awalnya permainan ini dahulu dibuat sebagai pesan moral kepada anak-anak. Kotak yang berisi tangga menuju ke atas kotak lainnya mengandung nilai kebaikan, sebaliknya simbol Ular mengandung arti kejahatan. Pada awal Permainan Hindu kuno, jumlah ular pada papan tersebut lebih banyak dibandingkan tangga yang tersedia, yang mana dimaknai sebagai “petualangan jiwa mencari rumah terakhir”.

Permainan ini kemudian dibawa oleh Pemerintahan Kolonial Inggris dengan sedikit modifikasi pada akhir Abad ke-19. Permainan modifikasi ini akhirnya dinamai “Ular dan Tangga”. Jumlah tangga & ularnya sama namun pesan moralnya dihilangkan. Pada Tahun 1943 permainan ini kemudian diperkenalkan ke Amerika Serikat yang bernama “Luncuran dan Tangga

Sumber foto : World Mythology Community

Gambar papan ular tangga 2

***

Sumber :
www.atlantis-indonesia.org,
www.wikipedia.org
www.detikindonesia.com

0 komentar:

Posting Komentar